SafeLink Converter
How to use our tool:
- Click on How To Use menu above.
- Click on the code and CTRL + C on your keyboard.
- Paste the code in your HTML blog theme before the </body>.
- Save your HTML blog theme. you are done!
- Now, your blog's outbound links was encrypted!
Seorang bocah laki-laki bernama Zhang Yangzhe menemukan benda mengejutkan dari dalam tanah tempat ia bermain. Zhang menemukan fosil telur dinosaurus yang sudah berusia puluhan juta tahun. Telur tersebut ditemukan di sekitar tanggul Sungai Dongjiang di Heyuan, Guangdong. Zhang mengaku awalnya ia melihat batu aneh, ia pun kemudian menggali tanah tersebut lebih dalam lagi. Ia kemudian menunjukkan apa yang ditemuinya tersebut kepada sang ibu. Para ahli kemudian membenarkan bahwa telur yang ditemukan oleh Zhang memang telur dinosaurus. Telur sepanjang 8,89 cm itu diperkirakan berasal dari periode Cretaceous akhir, yaitu sekitar 66 juta tahun yang lalu. Bahkan, usai menggali lebih jauh lagi, ada sepuluh telur dinosaurus lagi di dalam tanah tersebut. Zhang sendiri diketahui memang mencintai sains. Namun, penemuan Zhang itu sebenarnya tidak terlalu mengejutkan karena daerah tersebut memang dikenal sebagai 'rumah dino saurus'.
Kanker kelenjar getah bening merupakan jenis kanker dengan tingkat kesembuhan yang tinggi jika terdeteksi secara dini. Kebanyakan gejala kondisi getah bening ini meliputi munculnya benjolan di area tempat adanya kelenjar getah bening yang tidak menimbulkan rasa sakit dan disebut sebagai lymphadenopathy. Kelenjar getah bening (limfa) merupakan struktur jaringan kecil. Dan merupakan salah satu bagian tubuh yang berperan sebagai sistem kekebalan tubuh pada manusia. Kelenjar getah bening berukuran sangat kecil seperti kacang hijau. Di dalam tubuh manusia, kelenjar getah bening berjumlah ratusan. Kelenjar getah bening banyak ditemukan di bagian tubuh seperti ketiak, di sekitar usus, antara paru-paru, leher, paha bagian dalam, dan beberapa tempat lainnya di dalam tubuh. Mereka dapat berkelompok atau hanya sendiri. Jika terjadi masalah yang menyerang getah bening seperti infeksi, cedera, atau kanker, maka getah bening akan membesar hingga membengkak karena mereka bekerja lebih keras untuk melawan cairan, hingga virus dan bakteri yang berbahaya bagi tubuh. Dengan mengenal gejala yang muncul pada kanker getah bening sangatlah penting, agar cepat mendapatkan perawatan oleh dokter. Ada beberapa gejala yang harus diwaspadai pada kanker kelenjar getah bening. Berikut gejala kanker getah bening yang indozone.id rangkum dari berbagai sumber, Selasa (30/7/2019). 1. Berkeringat malam hari Berkeringat malam hari yang menjadi gejala limfoma bukan karena melakukan aktivitas fisik. Pada pasien limfoma, bisa keluar keringat pada malam hari, meskipun udara dingin atau kamar memakai AC. Hal ini disebabkan metabolisme sel yang terganggu. Terkadang disertai meriang dari malam sampai dini hari, hingga tubuh terasa gatal-gatal. 2. Timbulnya benjolan Adanya benjolan di sekitaran leher, ketiak atau selangkangan yang merupakan tanda dari pembesaran kelenjar getah bening. Benjolan ini biasanya tidak menimbulkan rasa nyeri. 3. Penurunan berat badan secara mendadak Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas juga perlu diwaspadai limfoma. Biasanya, penurunan berat badan lebih dari 10 persen dan setidaknya terjadi selama 6 bulan. 4. Demam Banyak penyakit yang menimbulkan gejala demam. Namun, pada pasien limfoma, demam yang terjadi biasanya tidak terlalu tinggi, yaitu sekitar 37 derajat celsius dan tidak pernah lebih dari 38 derajat celsius. Demam pun akan hilang dan timbul kembali. 5. Dada atau punggung bawah terasa nyeri Gejala kanker getah bening berikutnya adalah rasa nyeri pada bagian dada atau punggung bagian bawah. Getah bening memang tersebar di beberapa bagian tubuh, salah satunya ada di bagian antara paru dan tulang dada (sternum). Getah bening ini berada di organ kecil yang bernama timus. Getah bening yang terkena sel kanker akan menimbulkan pembengkakan dan dapat memberikan tekanan kepada saraf di sekitarnya hingga saraf sumsung tulang belakang. 6. Kelelahan Lelah dan lesu jadi pertanda bahwa tubuh sedang tidak sehat. Diperkirakan sekitar 9 dari 10 orang yang memiliki limfoma lebih mudah mengalami kelelahan. Akan tetapi, tingkat kelelahan setiap pasien berbeda-beda, bisa ringan maupun kronis. Jadi jika kamu merasa kelelahan terus-terusan, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter dan jangan menyepelekannya.